Sewa Jas Kendari

radio muadz 94,3 fm kendari

radio muadz 94,3 fm kendari
radio muadz 94,3 fm kendari

February 02, 2011

PEMURNIAN BENSIN DENGAN DESTILASI

PEMURNIAN BENSIN DENGAN DESTILASI


A.    Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk memurnikan bensin.
B.     Kajian Pustaka

Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara sederhana destilasi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali agar menjadi cairan dengan bantuan kondensor. Dalam proses destilasi, suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam destilasi, campuran zat dididihkan sehingga menguap dan uap ini kemudian didinginkan kembali kedalam bentuk cairan, zat yang memiliki titik didih rendah akan menguap lebih dulu (Anwar, 1994).

ekstraksi padat cair

EKSTRAKSI PADAT CAIR

A.    Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kadar minyak dalam biji jarak pagar (Jatropha Curcas L).
B.     Landasan Teori
Jika suatu komponen dari campuran merupakan yang cepat larut dalam pelarut tertentu dan komponen yang lain secara khusus tidak larut, maka proses pemisahan dapat dilakukan dengan pengadukan sedehana dan dengan pelarut tertentu yang diikuti dengan proses penyaringan. Akan tetapi bila komponen terlarut sangat sedikit larut atau disebabkan oleh bentuknya sehingga proses pelarutan sangat lambat, maka perlu dilakukan pemisahan dengan ekstraksi soxhlet (Armid, 2009).
Ekstraksi padat cair merupakan salah satu unit operasi pemisahan tertua yang digunakan untuk memperoleh komponen zat terlarut dari campurannya dalam padatan dengan cara mengontakannya dengan pelarut yang sesuai. Operasi ekstraksi ini dapat dilakukan dengan mengaduk suspense padatan didalam tangki atau dengan menyusun padatan tersebut dalam suatu unggun tetap, kemudian cairan pelarut mengalir diantara butiran padatan, cara ini disebut cara perkolasi.

Kromatografi Kertas

KROMATOGRAFI KERTAS


I.       Tujuan Percobaan.

Tujuan dari percobaan ini adalah menentukan nilai Rf cuplikan Pb2+ dan Hg2+ dengan kromatografi kertas.
II..  Landasan Teori

Pada tahun 1944, lagi-lagi dari laboratorium Martin, dilaporkan pemisahan suatu campuran asam amino dengan menggunakan kromatogarfi kertas. Dalam teknik ini sedikit larutan contoh diteteskan pada suatu ujung pitan kertas saring dan noda itu dibiarkan mongering. Ujung kertas saring itu kemudian dicelupkan dalam pelarut yang sesuai yang berada dalam suatu bejana dan seluruh system berada dalam bilik tertutup (Day dan Underwood, 1985:551)

High Perfomance Liquid Chromatography (HPLC)

BAB I
PENDAHULUAN
Kromatografi merupakan suatu cara pemisahan fisik dengan unsur-unsur yang akan dipisahkan terdistribusikan antara dua fasa, satu dari fasa-fasa ini membentuk suatu lapisan stasioner dengan luas permukaan yang besar dan yang lainnya merupakan cairan yang merembes lewat atau melalui lapisan yang stasioner. Fasa stasioner/diam dapat berupa zat padat atau suatu cairan, dan fasa gerak dapat berbentuk cairan ataupun gas. Maka semua jenis kromatografi yang dikenal, terbagi menjadi empat golongan: cair-padat, gas-padat, cair-cair, dan gas-cair (Underwood, 1986).
Kromatografi cair kolom klasik merupakan prosedur pemisahan yang sudah mapan dimana fase cair yang mengalir perlahan-lahan melewati kolom akibat gaya gravitasi dan terjadi proses pemisahan di kolom tersebut. Metode itu dicirikan dengan efisiensi kolom yang rendah dan waktu pemisahan yang lama. Namun sejak kira-kira tahun 1969, perhatian dalam teknik kolom cair kembali dilirik dengan dikembangkannya sistem kolom bertekanan tinggi oleh Kirchland dan Huber, yang mampu bekerja pada tekanan sampai 2,07 x 107 Nm-2 (3000 p.s.i). Dalam metode ini digunakan kolom berdiameter kecil (1-3 mm) dengan partikel pendukung berukuran sekitar 30 nm dan eluen dipompakan ke dalamnya dengan laju alir yang tinggi (sekitar 1-5 cm3m-1). Pemisahan dengan metode ini dilakukan jauh lebih cepat (sekitar 100 kali lebih cepat) daripada dengan kromatografi cair yang biasa (Bassett et. all., 1994).

SINTESIS ETIL ASETAT

SINTESIS ETIL ASETAT
A.    Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan yang dilakukan adalah :
1)                   Menjelaskan proses esterifikasi alcohol dengan asam asetat
2)                   Menjelaskan prinsip reaksi esterifikasi
B.     Landasan Teori
Ada dua cara pembentukkan ester dari asamnya yaitu esterifikasi langsung dari asam karboksilat dengan alkohol, metode diazometana atau metode BF3-metanol. Dari kedua cara tersebut yang lebih dipilih adalah pembentukkan ester dengan metode diazometana dan BF3- metanol karena reaksinya searah, sedangkan esterifikasi langsung dari asam karboksilat dan alkohol, reaksinya dapat balik. Kemudahan pembentukkan ester tergantung pada halanganruang serta adanya rantai cabang baik dari alkohol maupun ng sangat asam karboksilat. Disamping itu letak gugus hidroksi dari alcohol pada atom C primer, sekunder, dan tersier akan mempengaruhi kecepatan pembentukkan ester (Gunawan, 2009).

PENAPISAN FITOKIMIA

PENAPISAN FITOKIMIA
A.    Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah :
1.      Untuk menentukan penapisan fitokimia terhadap tumbuhan tinggi dengan teknik ekstraksi, uji positif menggunakan reagen.
2.      Untuk menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuhan tinggi.
B.     Landasan Teori
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di zona khatulistiwa (tropik) dan terkenal mempunyai kekayaan alam dengan beranekaragam jenis tumbuhan, tetapi potensi ini belum seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan industri khususnya tumbuhan berkasiat obat. Masyarakat Indonesia secara turun-temurun telah memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan untuk bahan obat tradisional baik sebagai tindakan pencegahan maupun pengobatan terhadap berbagai jenis penyakit. Pemanfaatan tumbuhan obat tradisional akan terus berlangsung terutama sebagai obat alternatif, hal ini terlihat pada masyarakat daerah yang sulit dijangkau oleh fasilitas kesehatan modern. Dalam masa krisis ekonomi seperti saat ini, penggunaan obat tradisional lebih menguntungkan karena relatif lebih mudah didapat, lebih murah dan dapat diramu sendiri, selain itu bahan bakunya dapat ditanam di halaman rumah sebagai penghias taman ataupun peneduh halaman rumah (Sulianti et al, 2005).

PEMBUATAN FENOL DARI ANILIN

PEMBUATAN FENOL DARI ANILIN
A.    TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan dari percobaan ini adalah diharapkan dapat menjelaskan reaksi subtitusi nukleofilik pada senyawa aromatik (reaksi diazotasi).
B.     LANDASAN TEORI
 Senyawa fenol meliputi aneka ragam senyawa yang berasal dari tumbuhan, yang mempunyai ciri sama yaitu cincin aromatik yang mengandung satu atau dua penyulih hidroksil. Senyawa fenol mudah larut dalam air karena sering kali berikatan dengan gula sebagai glikosida dan biasanya terdapat dalam vakuola sel. Salah satu contoh senyawa fenol yaitu asam galat (Gambar 1). Flavonoid merupakan golongan terbesar dari senyawa fenol (Putri, 2008).

Gambar 1. Struktur asam galat